Kamis, 20 Februari 2014

Best Friend’s Farewell

Saat ada sahabat kita yang mau pindah untuk sekolah ke luar kota atau ke luar negeri, kita akan merasa kehilangan. Nah, apa yang sebaiknya kita lakukan untuk memberikannya best moment sebelum hari keberangkatannya dan tetap menjalin komunikasi yang erat dengannya?

Acara perpisahan

Biasanya, kita menyebutnya dengan istilah farewell party. Meskipun, nggak selalu harus membuat pesta besar dan mewah untuk acara perpisahan. Kita juga bisa menciptakan momen perpisahan yang simpel dan sederhana tapi tetap berkesan untuk sahabat kita. Misalnya, jalan-jalan ke berbagai tempat yang bakal jadi kenangan kebersamaan dengannya atau kasih surprise di bandara saat hari H keberangkatannya.

Give a gift
Berikanlah hadiah yang memorable untuknya, misalnya memberikan barang favoritnya. Selain itu, buatlah hadiah yang berhubungan dengan perjalanan persahabatan kita dengan dia, seperti kolase foto, kumpulan video momen-momen seru yang pernah direkam atau semua saran, nasehat dan kata-kata bijak yang pernah dikatakan untuk satu sama lain, dikumpulkan seperti quotes dan dibingkai untuk kita dan dia simpan. Dengan begitu, kita dan sobat akan selalu merasa dekat saat situasi apapun.

Share the secret
Dalam persahabatan memang nggak semuanya bisa diungkapkan. Terkadang, ada hal-hal yang ingin kita simpan sendiri. Tapi, kalau selama ini kita memendam cerita yang mengganjal di perasaan kita, sebaiknya katakan dan ungkapkan hal tersebut ke sobat. Siapa tahu dia juga punya cerita yang selama ini sebenarnya ingin dia katakan ke kita dan sobat-sobat yang lain. Selama masih ada kesempatan dan keinginan untuk saling sharing, nggak ada salahnya, kan?

Say a beautiful goodbye
Yuk, peluk dan cium sobat kita, soalnya dalam waktu yang cukup lama. Soalnya kita nggak bakalan bertemu dan having fun dengan dia. Menangis pun nggak masalah, karena seorang sahabat memang sudah jadi bagian yang sangat penting dalam hidup kita. Rizkya

Tempat curhat mama papa

Sebagai anak pertama atau yang paling bisa diandalkan, kita sering jadi tempat curhat mama papa. Nggak cuma masalah pekerjaan atau pun anggota keluarga, tapi kita juga jadi tempat curhat mama papa ketika mereka sedang bertengkar. Kalau sudah curhat begini, kita mesti apa, dong?

Tetap Netral
Walaupun merasa salah satu pihak benar, kita nggak boleh terlihat memihak salah satunya. Usahakan kita tetap bisa senetral mungkin dan menjadi pendengar yang baik untuk kedua belah pihak. Soalnya kalau kita memihak, mama atau papa mungkin bakal merasa kurang disayang. 

Hindari Memberi Saran
Ketika mama papa curhat sama kita, hindari memberi saran terhadap masalah mereka. Biar bagaimanapun juga, posisi kita adalah anak yang belum mengerti benar masalah orang dewasa, khususnya masalah mama papa. Daripada memberi saran yang salah, lebih baik kita cukup jadi pendengar yang baik saja. Jika mama atau papa meminta saran, sebaiknya kita menolak saja. 

Selalu Bisa Menolak
Tentunya, kita mau bisa membantu mama papa ketika mereka sedang bertengkar atau dalam masalah. Tapi, terkadang jadi tempat curhat dua belah pihak dengan masalah yang cukup pelik bisa bikin kita sedikit banyak tertekan. Jadi, daripada stres karena jadi tempat curhat, ingatlah bahwa kita selalu punya hak untuk menolak mendengarkan. Kita cuma perlu menyampaikan secara halus ke mama atau papa bahwa kita masih terlalu kecil untuk mendengarkan masalah mereka. Mereka pasti mengerti, kok!Marissa- Foto: Silke Woweries/Corbis

Bangga Jadi Anaka Muda Indonesia

Sebagai generasi penerus bangsa, penting banget buat kita memupuk rasa nasionalisme dan kebanggaan kita sama bangsa Indonesia. Kita bisa melakukan banyak hal agar rasa bangga terhadap bangsa sendiri jadi bertambah. Ini dia beberapa di antaranya.
Mulai dari diri sendiri
Coba yakinkan dan tanamkan jiwa nasionalisme di dalam diri kita dulu. Ingatkan diri sendiri bahwa kita bagian dari rakyat Indonesia. Setelah itu, tanamkan dalam diri, kebanggaan sama bangsa Indonesia. Caranya dengan meyakini kalau bangsa Indonesia juga nggak kalah dengan negara-negara maju. 

Sayang sama bangsa Indonesia
Nggak perlu jadi pahlawan yang harus melawan penjajah dulu untuk menyayangi bangsa kita. Banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai wujud rasa sayang kita kepada Indonesia. Misalnya, sebagai pelajar, kita bisa mengharumkan nama bangsa melalui prestasi akademis maupun non-akademis. Mengikuti kegiatan sekolah seperti mengikuti upacara bendera, giat belajar, sampai membeli produk-produk buatan anak muda Indonesia juga salah satu bentuk sayang kok!

Bahasa Kebanggaan, Bahasa Indonesia

Sebagian dari kita terkadang malu menggunakan Bahasa Indonesia karena dianggap kurang gaul. Padahal, banyak negara asing yang memasukkan Bahasa Indonesia ke dalam kurikulum pendidikan mereka kok! Mestinya kita bangga nih memakai bahasa sendiri. Cukup dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sehari-hari, kita sudah turut berpartisipasi dalam melestarikan Bahasa Indonesia. Winda –
Sumber= gadis.co.id

5 Tip Mulai Bisnismu Sendiri

Kadang, saat mau beli suatu barang, kita nggak enak kalau harus minta ortu. Uang jajan juga seringkali habis karena kita yang susah menabung. Jadi pengin punya penghasilan sendiri dengan bisnis kecil-kecilan, deh. Apa saja sih, yang dibutuhkan?
Lihat Peluang
Peluang adalah hal yang pertama harus kita lihat sebelum memulai bisnis. Gimana caranya? Kita harus tahu apa sih, yang dibutuhkan oleh calon konsumen. Nggak usah jauh-jauh, cukup lihat dari kebutuhan teman-teman selingkungan saja, kok.

Buat Konsep
Setelah tahu peluang yang ada di lingkungan kita, saatnya membuat konsep bisnis. Konsep ini juga disesuaikan dengan usia calon konsumen. Dengan begini, barang kita akan mudah diterima oleh para konsumen.

Tulis Rincian Modal
Ini adalah hal yang paling penting. Kita harus mencatat semua modal yang kita butuhkan untuk menjalankan sebuah bisnis. Misalnya kita ingin bisnis makanan. Nggak hanya rincian bahan makanan, tapi juga uang transportasi, gas dan tenaga. Dengan begini kita akan terhindar dari kerugian berlebih.

Tes Market Kita
Coba deh, unggah foto produk kita ke social media. Dari sini, kita bisa lihat reaksi dari teman-teman kita. Kalau mereka suka, artinya bisnis siap dijalankan. Kalau belum, mungkin kita perlu memikirkan lagi konsepnya agar produk yang kita jual lebih disukai. Let’s do it
sumber= gadis.co.id

Minggu, 09 Februari 2014

Cinta Dari Papa

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa? Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu? Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,

tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian? Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil. Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu

Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya”, Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka. Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”. Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata: “Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”. Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu. Ketika kamu sudah beranjak remaja.

Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga. Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama. Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu? Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu? Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut-larut, Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu. Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? “Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”. Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata-mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti. Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa. Ketika kamu menjadi gadis dewasa. Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…

Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”. Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa. Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.

Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain. Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan. Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!” Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum? Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin. Karena Papa tahu. Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya...

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia. Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik. Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik. Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk. Dengan rambut yang telah dan semakin memutih. Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya. Papa telah menyelesaikan tugasnya….

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita. Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat. Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis. Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal.